19 November 2009

jangan Ragu-ragu

sebanarnya kita tidak boleh ragu dengan cita-cita dan harapan yang semenstinya. Paling tidak akan membuat ajlan dan harapan semakin terbuka. jangan ragu ragu ya. susah deh kalo masih ragu-ragu, engga tahu hasilnya.

26 September 2009

Menerjemaahkan Secet Service

Banyak yang secara sederhana menerjemaahkan Secret Service sebagai Dinas Rahasia. Kalau dilihat sebagai sisi dinasnya tentu saja adalag petugas pengawal / keamanan. Udah mau nulis ini aja.

08 July 2009

Pilpres 2009

Pilpres ini pasti seru, ada yang bilang 1 putaran ada bilang juga yang juga 2 putaran. Artinya hanya ada 2 kemungkinan saja.

satu putaran
dua putaran

Seru juga ya, kini kita nunggu hasilnya, karena masih banyak yang nyontreng.

Kalau perkiraan saya kelihatannya 2 putaran, mengingat distribusi pemiih sangat luas dan tersebar.

22 June 2009

Hati-hati dengan semua modus penipuan

sumber: milis forum
penting banget buat kita semua tahu, modus2 mereka. Waspadalah :

Modus ke 2, penipu berlaga kayak sok kenal kita dan bawa2 instansi pemerintah. Yg aneh org itu tau nama pemilik hp. dialami bokap gw
penipu: "halo siang, apa kabar pak (sambil nyebutin nama bokap gw)? gimana nih sehat?" pokoknya sok akrab deh. bokap gw masih bingung ini siapa lagi..
bokap:" oh iya, siapa nih ya?"
penipu:"ah masa lupa, saya nih kemarin yg di polda, masa ama temen sendiri lupa"
bokap gw memang ada beberapa kenalan di polda tapi ga ngerasa kenal, lagian masa klo kenal ngomongnya gitu.
bokap:"oh iya..maap lupa, pak jayos ya?" bokap gw asal sebut nama, padahal nama org itu juga bokap gw ga tau.
penipu:"nah, tuh inget, kok lupa. gini nih biasa, mo nawarin ada beberapa barang sitaan di polda, soalnya banyak banget, ya mubazirlah klo dimusnahkan, ada 5 laptop dan beberapa hp. Bapak bayar seadanya lah, namanya jg temen, gimana tertarik ga"
bokap:"berapa tuh kira2 *pura2 tertarik padahal udah tau nih tepu banget*?"
penipu:"laptop nya paling 1,5 jtan lah, yg baru kok, gimana mau ga?"
bokap:" wah nanti deh pikir2 dulu, nanti aja nih saya ada telpon, hub saya nanti di kantor"
penipu: ok, nanti saya telpon lagi deh.
Kemudian dia telpon lagi, kebetulan bokap udah diktr.
penipu: gimana nih pak, jadi ya..tinggal anterin lah, bapa ke atm aja sekarang.
bokap:"wah hahaha.klo nipu jgn kebangetan dong lo monyet, penipu cap cay juge loe, nama yg sebut tadi jg siape gw kaga tau lo iya iya aja, penepu loe"
penipu itu langsung matiin telpon click...

Banyak deh, ada suami sodara gw disuruh matiin telpon krn jaringan ini dan itu, terus sodara gw ditelponin klo suami nya sekarat. lalu disuruh ke rumah sakit tapi transfer dulu. Sodara gw paniklah, untungnya sodara gw telpon ke rmh pake telp lain. Sodara gw cerita, nah terus ketawan deh tuh org tepu...

Yg aneh nya org2 itu kok bisa tau nama pemilik telpon. Berarti ada kebocoran informasi pribadi dari bank2 atau instansi yg pake detail pribadi. Sekarang lebih hati2 lah, malah ada yg bisa hipnotis lwt telpon lagi. Org2 itu pun tau kode2 tertentu di mesin atm, sedemikian rupa supaya rekening kita terkuras.
hati2 deh...

Pelajaran menarik tentang Semangat dan Optimisme

Pertanyaan :
Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan
pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di
wihara (yang semua kepalanya gundul) -- Bisakah anda melakukannya?
Apa jawaban anda ?

a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau
lebih, sebutkanlah jumlahnya)

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat
apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.

Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan
bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager
yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak
orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal
jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon
yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah
tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti
wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di
wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini
kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan
harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan
sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya
berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk
menggaruk kepalanya yang ketombean."

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah
yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar
wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10
sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada
sang Buddha."

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan
pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang
datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan
wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika
sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih
menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya
banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap
sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu
pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah
sisir!"

Mau sewa tenda

Setelah ubek-ubek kesana kemari dan atas bantuan paman gogel akhirnya ketemu juga sewa tenda yang pelayanan asyik banget. Sewa tenda menjadi demikian gampang. Saya juga langsung sama-sama menyusun warna-warna yang cocok buat acara ulang tahun salah satu keluarga Kami.

03 June 2009

Emailnya Prita Mulyasari, Penasaran banget isinya apa?

Berita siang tadi heboh banget, ceritanya ada ibu rumah tangga yang masuk sel (penahanan) hanya gara-gara kirim email ke temen-temennya. Beritanya heboh, hanya saja bingung seperti apa sebenarnya emailnya? pak Jusuf Kalla kabarnya meminta penegak hukum untuk segera membebaskan Prita Mulyasari dari Tahanan.
silahkan Anda Baca:

silahkan temukan secara garis besar sbb:
1. fakta
2. pendapat
3. kronologis
4.kondisi dan situasi kejadian
5. titik jenuh/kulminasi
6. roh, atau semangat dalam email tersebut
Silahkan pembaca bisa menilainya sendiri.

Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB
Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh



15 April 2009

Studi Banding Tidak Perlu, Wisata baru Perlu

studi banding buat apa? semua informasi sudah bisa kita dapat dari internet. Tinggal di dapatkan dari Internet. Lengkap dan mudah. Beli buku hukum...? ngapain ke Amerika atau singapura, beli online saja. Intinya adalah sama sekali tdaik diperlukan studi banding, tapi wisata.

Wisata ya wisata. Bisa masuk sebagai pembinaan rohani, penyegaran pikiran, dan tentu saja tidak lain untuk kesehatan jiwa juga.

06 April 2009

Contreng. Centang, Coreng, Mana yang betul?

Kata dipilih untuk mudah dipahami dan tidak salah persepsi. Satu kata satu maksud.
Coba Anda cermati tiga kata berikut:
1. Contreng
2. Centang
3. Coreng

Mana yang paling mudah diucapkan sekarang. tentu saja contreng bukan? Ya, pasti sebab kata ni muncul secara terus menerus di Televisi. Sebetulnya kata yang baku adalah Centang, ya Centang. Ini lebih mudah dikenal sebenarnya.

Namun masyarakat lebih suka dengan Contreng, mengapa? Ada sesuatu yang baru dan penuh tekanan pada kata contreng. Ada nuansa baru, ada istilah baru yang pelan-pelan untuk menghapus kata coblos.

So, sebaiknya kata ini memang dimasukkan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, sebab memang kata contreng tidak masuk KBBI.

05 April 2009

Menghapus Memori Otak Manusia, (kisah sedih hari minggu)

Saya kesulitan untuk menghapus memori dalam pikiran saya. Sebabnya justru manakala perintah dari hati saya untuk menghapus memori itu justru memori dalam otak saya akan menambah atau menempelkan memori itu semakin tajam dan kuat. Membingungkan bukan?

Setiap sesuatu yang akan saya hapus justru akan berakibat sebaliknya. Meski mentah2 (sungguh2) saya benar-benar melenyapkannya selamanya. Saya juga tidak berniat menceritakannya kepada siapapun. Sungguh. Kalau Anda mendengar pasti 100% bukan dari mulut saya, saya yakin itu. Pasti.

Beberapa waktu lamanya kadang mata (hati) saya juga bisa menembus tembok, pertama meresap ke pori-pori tembok, sama persis seperti air, akhirnya melewati tembok itu juga. Secara persis sama artinya dengan menembus tembok. Kadang juga telinga saya hapal betul langkah sandal jepit, sepatu atau langkah tanpa alas. Langkah itu akan mudah dikenali apabila dalam suatu bangunan bertingkat. Akan sekali terasa nyata, jelas, dan entah mengapa tiap-tiap orang mempunyai kadar gesekan alas kakinya ke lantai secara spesifik, detil, tertentu dan khas. Awalnya saya tidak menyadari itu, namun nyata-nyata apa yang ada dalam hati dan pikiran saya betul dan nyata. ibarat sebuah tanda, dan tanpa sengaja ternyata secara persis saya mengenalinya. Bukan, sama sekali bukan klenik atau hal aneh, hanya kebiasaan dan perbedaan suara, gesekan, tempo, dan trap-trapnya. Juga dipengaruhi unsur emosi dan karakter seseorang.

Kadang juga telinga saya tajam sekali. Menyedihkan memang. Bahkan hembusan nafas seseorang juga terdengar, mirip sebuah suara detik-detik jam dingding saat malam hari. jelas dan terang. waduh. bahkan nyata.

Tentu saja ini merepotkan saya. Sungguh. Percayalah.


02 April 2009

sexy=komoditi

just ALVIN metroTV menggambarkan bahwa penampilan sexy merupakan tuntutan skenario yang memang mereka harus lakukan. Mengapa dilakukan-->>uang.
Tidak aneh apabila menyebut dengan kata-kata "tergantung yang bayar".
Itu realitanya, memang faktanya seperti itu.

economic determinant menjadi bahasan yang menarik dalam sosiologi, bahwa yaitu suatu pendapat bahwa apapun yang dilakukan orang dalam hidupnya dilandasi oleh motif ekonomi alias karena duit.

Sekali lagi tentang ejaan

Mana yang menurut Anda paling patut menurut kaidah bahasa indonesia frasa berikut ini:
merubah atau mengubah
apotik atau apotek
resiko atau risiko
antri atau antre
tehnik atau teknik
dan seterusnya....

Sikap peduli terhadap bahasa indonesia terutama dalam tulisan akan semakin menunjukkan sikap penghargaaan dan mungkin juga patriotisme.

Sarapan Pagi

Saya cenderung sarapan pagi dengan santai dan mengingkan sedikit diskusi atau cerita-cerita Sarapan pagi menjadi momen yang menurut saya penting.
Bukan sarapan sambil jalan menyeruput juz atau secepat kilat ala orang-orang jepang, tapi bagaimana menikmatipagi dengan pikiran yang terbuka.
Sarapan pagi Anda akan menentukan keputusan Anda hari ini. Ya, Pasti.

19 January 2009

Vokalis Berjilbab

Saya baru tahu waktu ada acara TV kemarin hari minggu ada panggung musik di Taman Mini yang menampilkan Wulan jameela -saya suka lagu-lagunya dan juga kagum dengan perawatan kulit dan badannya meski sudah memiliki 2 orang anak tetap energik dan selalu muda- (dan juga tetap langsing).
Tunggu dulu...
Sebenarnya yang menyita perhatian saya adalah Kangen band yang memiliki 2 Vokalis boleh juga disebut sepasang. Seorang pria dan Wanita Berjilbab. Saya suka lagu-lagunya Kangen Band.yang banyak bercerita tentang Cinta.

"seperti bintang dilangit
begitu cinta kita...dst"

Mengapa saya tertarik membahasnya?

sebab banyak kalangan yang mengatakan bahwa berjilbab bisa mengurangi pasar, susah terkenal, kurang jual, atau sok agamis.
Akhirnya semua terpatahkan oleh kangen Band. Fakta bahwa Kangen Band tetap aksis, menjadi idola, mendapatkan banyak uang dari Album mereka dan menjadi sebagian idola di kalangan pecinta musik tanah air.

Saya juga ingat beberapa bulan lampau ada iklan restoran cepat saji yang juga menampilkan sosok berjilbab. Alih-alih mewakili segmen tertentu yang pasti layak mereka perebutkan juga sebagai pasar potensial.

Ada juga yang berkerudung - ada yang bilang berkerudung berbeda dengan berjilbab-. Kerudung adalah berbusana lokal yang saya kira juga tidak ketinggalan zaman.



17 January 2009

Band-band Lokal Makin Mendominasi Musik Indonesia

Sudah jarang saya mendengar lagu Barat di cd player mobil atau di Mall, pusat belanja, di toko obat maupun senandung lirih. Bukti bahwa Band lokal sudah mulai diterima masyarakat dan anak muda Indonesia.

Mereka makin inovatif dan lagu-lagu mereka menjadi musik latar sinetron (yah.. pasar suka sekali dengan sinetron tih...rating menyebutkan itu) maupun akan menjadi latar musik untuk film-film terbaru. Sudah pasti lagu-lagu mereka sudah digemari anak negeri sendiri.